Akses terhadap air bersih di Gaza menjadi sangat terbatas karena lingkungan pengungsian yang padat, minim sanitasi, serta cuaca panas berdebu yang ekstrem. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, dan kebersihan dasar menjadi sangat mendesak.
Dalam situasi darurat tersebut, Teman Baik hadir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 10.000 liter air bersih kepada warga di Kamp Pengungsian Al Nasr, Gaza Utara. Bantuan ini disalurkan pada 12 September 2025 dan menjangkau sekitar 1.000 penerima manfaat,
“Air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tapi juga penyelamat hidup. Karena air menjadi benteng pertama melawan penyakit yang mengancam di pengungsian. Melalui distribusi ini, kami berharap bisa sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang harus hidup dalam keterbatasan dan terputus dari sumber air layak,” ujar Dedi, Manager Teman Baik.
Bagi para pengungsi, bantuan air bersih bukan hanya soal memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa harapan bahwa dunia tidak menutup mata terhadap penderitaan mereka. Program ini menjadi simbol solidaritas kemanusiaan yang mengalir menembus batas wilayah dan perbedaan.
Teman Baik berkomitmen untuk terus menghadirkan bantuan nyata bagi rakyat Palestina di tengah situasi konflik yang berkepanjangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang selalu mendukung program kemanusiaan untuk Palestina melalui Teman Baik. Semoga setiap tetes air yang tersalurkan menjadi amal jariyah yang membawa berkah, baik bagi penerima maupun pemberi,” tambah Dedi.
Melalui program Bantuan Air Bersih untuk Palestina, Teman Baik mengajak masyarakat Indonesia untuk bergabung dalam aksi nyata kemanusiaan. Setiap kontribusi yang diberikan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang kini hidup dalam kondisi penuh keterbatasan.
Mari bersama Teman Baik, kita terus alirkan harapan bagi Gaza. Karena di tengah kegelapan konflik, setetes air bersih bisa menjadi cahaya kehidupan.















